in

Uswah Islam: Bacaan Pujian(Tuhan) Istighfar Penghapus Maksiat Dominan Kamar Mengatakan Bersama Kebaikan

Uswah Islam: Bacaan Pujian(Tuhan) Istighfar Penghapus Maksiat Dominan Kamar Mengatakan Bersama Kebaikan

Setiap sendiri saya dipenuhi salah lagi dosa; bisa berupa bukan melaksanakan kesyukuran, tak menunaikan perintahnya, tak mengabaikan pantangan-Nya, menyia-nyiakan kesempatan yang dibeirkan-Nya, abai pada, mengingat-Nya, lagi sebagainya.

Tersebut akan melahirkan ketat dada, melenyapkan keberkahan beralamat, mempersempit rizki, membuat mengarah menjalani aturan, menjadi gara-gara datangnya berbagai kekurangan, bersama pada akhirat menjadi gara-gara kekelaman dan kesusahan.

Karenanya setiap saya membutuhkan lepas Allah setiap detak. Doa istighfar ini menjadi syirik satu alternatif dengan saranan petik lepas-Nya.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US
Artinya:“Aku mohon ampun dengan bertaubat kepada Allah yg enggak dewa (berhak disembah) kecuali melulu Dia, Dzat Maha bertempat tinggal awet dan jaga perseorangan”

Dari Zaid bin Haritsah –maula Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam- berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yg melafalkan Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka bakal diampuni dosanya maupun dia sempat lari mulai medan bentrokan senjata.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dengan Ibnu Abi Syaibah.Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah di Shahih Abi Dawud dengan Shahih al-Tirmidzi)

Terdapat ekstra batin (hati) sekitar riwayat –ibarat dalam Sunan Al-Tirmidzi & al-Hakim-, “Astaghfirullah Al-‘Adzim”.

Tempat Khusus Membacanya?

Telah hadir sebagian sejarah yg menampakan petak privat jatah mengatakan doa istighfar ini, semacam selesai shalat, bangkit tidur, dan di pagi hari Jum’at.Namun bukan satupun pada, keterangan-keterangan tersebut yg shahih akibatnya tidak mampu diamalkan bersama kekhususannya tersebut.

Ada hadits yang berstatus maqbul –sekitar ulama menghasankannya dengan sekitar lain menshahihkannya- menjelaskan istighfar tadi tanpa mengaitkannya bersama waktu-lama terpilih. Bisa dibaca pada periode yg gratis tanpa mengkhususkannya lagi waktu bersama kamar.

Al-Hakim mengeluarkannya berbobot Mustadraknya bermula hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, sira berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثًا غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَارًّا مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yg membaca Asataghfirullaah Alladzii Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka diampuni kesalahan-dosanya meskipun dia sempat lari berawal ruang lingkup bentrokan senjata.” (HR. Al-Hakim, ia berkata: “ini merupakan hadits shahih sesuai kondisi Muslim akan tetapi Al-Bukhari lalu Muslim tak mengeluarkannya.” Hadits ini pula dikeluarkan sang Al-Thabrani batin (hati) Al-Mu’jam tangan Al-Kabir, no. 8541. Abu Nu’aim menyampaikan yg seperti batin (hati) Akhbar Ashbahan bermula hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

Doa ini berisi istighfar (penagihan ampunan) yang sangat gemilang dan memakai susunan (tumpuan) yg benar-benar mulia dan menyapa nama-nama Allah yang Maha Indah –Allah, Al-Adzim, Al-Hayyu, dengan Al-Qayyum-, ikrar akan uluhiyah Allah lalu animo bertaubat saat itu pula.

Astaghfirullah memiliki faedah membawa maaf kepada Allah, berharap biar Allah memendam maksiat-dosanya, bersama tidak menghukumnya bersama-sama syirik-kesalahan tadi.

Disebut perkataan tauhid sesudah wacana “Aku mempersilakan ampun pada Allah” menaruh makna maka hamba tersebut mengakui kewajibannya bagi ibadah kepada Allah semata yang itu menjadi kepunyaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ini memaksa biar diri yang beristighfar jatah menunjukan ubudiyahnya pada Allah dan mengaplikasikan perintah-komando-Nya dan menghindari pantangan-pantangan-Nya.

Al-Hayyul Qayyum: kembar nama Allah yang istimewa ini disebut sesudahnya memiliki hubungan lagi doa pembebasan karena semua nama Allah dengan prilaku-Nya yang Maha tinggi yg Dzatiyah beserta Fi’liyah balik pada keduanya. Sifat Dzatiyah merujuk kepada nama Al-Hayyu (Maha hidup abadi). Sedangkan prilaku fi’liyah pulih pada nama Al-Qayyum (Tegak bangun diri dan ikut campur seluruh makhluk-Nya)

Ditutup doa tersebut dengan Waatubu Ilaihi (Aku bertaubat pada-Nya) mengandung niat dominan berawal hamba untuk bertaubat (mudik) pada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karenanya jika hamba membunyikan perkataan ini biar dia jujur berisi melafadzkannya dalam dzahir & batinnya. Bila ia bual, dikhawatirkan ia kejangkitan kemurkaan Allah. (Lihat al-Fuuthaat al-Rabbaniyah: tiga/701)

Allah siapkan jawaban teratas untuknya, artinya maaf untuknya akibatnya dihapuskan salah-dosanya, ditutupi aib-aibnya, dilapangkan rizkinya, dijaga fisiknya, dipelihara hartanya, menerima kucuran barakah, semakin meningkat kelas agamanya, menjapatkan jaminan keguyuban pada dunia bersama akhirat, bersama mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dosa yg akan diampuni dan permohoan istighfar ini tak melulu dosa-dosa cilik, namun jua salah berkuasa. Bahkan kesalahan yang terkategori min akbaril dzunub (maksiat amat berpengaruh), ialah lari bermula medan perang, “. . .walaupun ia pernah lari pada, ruang lingkup bentrokan senjata.”

Lari bermula ruang lingkup perang yaitu lari mengacuhkan medan jihad fi sabilillah saat berkecamuk pertarungan meliontangi perseorangan kafir. Ini menunjukkan maka lewat doa istighfar yg agung ini Allah hendak mengampuni syirik-syirik terbesar yg bukan mempunyai konsekuensi sanksi jiwa lalu koin bagaikan lari pada, medan bentrokan senjata bersama dosa-kesalahan semisalnya.

Jika hamba baca permintaan pada atas bersama ikhlash, amanah, tahu faedah-maknanya; niscaya beliau akan mendapatkan kabar senang maghfirah yg hebat ini.

Written by Amar

Untung Melafalkan Istighfar Setiap Hari

Untung Melafalkan Istighfar Setiap Hari

Manfaat Les Privat Bagi Anak

Manfaat Les Privat Bagi Anak